Conference Policies

Peer Review Process

All manuscripts that have been submitted in The 8th ICENIS will go through these processes:

  1. The submissions are subject to a double-blind peer review process by at least one reviewers with expertise in the relevant subject area.
  2. Authors will be notified about their submission results in three weeks.
  3. Submissions will be evaluated based on the abstract.
  4. Based on the reviewers’ comments, abstract may be accepted, rejected or accepted with revision.
  5. If the comments are not addressed well in the revised submission, then the paper will be rejected.

 

Archive Access Policy

The presentations that make up the current and archived conferences on this site have been made open access and are freely available for viewing, for the benefit of authors and interested readers.

 

About the Conference

Sinkronisasi dan integrasi bidang keagrariaan dengan tata ruang menjadi tantangan lain dalam membenahi lemahnya koordinasi antara pemegang otoritas pengaturan lahan dan penentu kebijakan tata ruang. Pembagian kewenangan dan pendapatan atas pajak tanah antara pusat dan daerah, pembenahan mekanisme insentif dan disinsetif bagi pengendalian pemanfaatan ruang melalui penetapan pajak progresif dan penentuan tarif lahan merupakan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian agar terdapat keseimbangan antara manfaat sosial dan manfaat ekonomi lahan.

Pemanfaatan lahan dan ruang perkotaan serta implikasinya terhadap kebijakan penataan ruang dan tantangan global menjadi fokus bahasan pada konferensi ini. Topik yang dikaji diharapkan mampu menjawab pertanyaan: apa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memfasilitasi perencanaan partisipatif dalam perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang perkotaan? Sejauhmana pendekatan penataan ruang perkotaan telah mengacu kepada prinsip keseimbangan lingkungan dan daya dukung lahan? Strategi yang dilakukan untuk mengatasi kesenjangan antara sediaan dan permintaan lahan? Metode yang diterapkan untuk mendukung tata kelola ruang perkotaan yang baik? Bagaimana mekanisme evaluasi untuk menilai keefektifan pemanfaatan ruang perkotaan? Sejauhmana instrumen penataan dan pengendalian pemanfaatan ruang telah mampu menjadi katalisator efisiensi ruang? Bagaimana penerapan pendekatan optimasi ruang bawah tanah dan ruang udara bagi arahan pemanfaatan ruang? Pendekatan apa yang bisa dipakai untuk menentukan dan mengoptimalkan nilai vertikal ruang perkotaan?



Laboratorium Pengembangan Kota, Gedung A. Lantai 2, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, UNDIP.
Email: lab.kota@pwk.undip.ac.id
Telp/Fax: 024-7460054
Lutfiyatul Wahdah (081226759394)